Kenangan Manis dengan Bakso Malang Berkah di Daerah Cikini Jakarta Pusat
- Jakha Surya

- Mar 24, 2025
- 2 min read

Tahun 2015, saat saya masih bekerja di PT Rotaryana Prima, ada satu tempat makan yang selalu menjadi favorit saya dan teman-teman kantor. Sebuah gerobak Bakso Malang sederhana yang biasa saya sebut Bakso Berkah. Nama ini bukan tanpa alasan, karena warung bakso ini memiliki konsep self-service—pengunjung bebas mengambil sendiri sesuai selera dan cukup membayar berdasarkan apa yang mereka ambil.
Pemiliknya, seorang bapak yang baik hati, murah senyum, dan tidak pernah terlihat marah. Orangnya pendiam, kalem, tapi penuh kehangatan. Bakso Berkah ini selalu mangkal di dekat Polsek Cikini, tak jauh dari Gedung HDI. Rasanya? Luar biasa! Kuahnya gurih dan hangat, kerupuk pangsitnya renyah, dan bakso besarnya benar-benar memanjakan lidah. Sambalnya pun pas—tidak terlalu pedas, tapi memberi sensasi nikmat saat bercampur dengan kuahnya. Bahkan, teman saya sering nambah bakso besar hingga dua atau tiga kali!
Namun, bukan hanya soal rasa yang membuat Bakso Berkah istimewa, tetapi juga kisah inspiratif di baliknya. Sang bapak hanya berjualan bakso, tetapi dengan kerja kerasnya, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang kuliah. Kini, mereka sudah bekerja dan berhasil membangun masa depan mereka.
Dalam seminggu, saya bisa makan di sana dua hingga tiga kali. Hari Jumat menjadi momen spesial—setelah salat Jumat di masjid dekat kantor polisi Cikini, saya dan teman-teman pasti mampir menikmati Bakso Berkah. Dan sebagai pelengkap, saya selalu menutup santapan dengan es kelapa muda pakai gula aren. Nikmatnya? Tiada tara!
Namun, waktu terus berjalan. Ketika saya pindah kerja, saya tak lagi menjadi pelanggan setia Bakso Berkah. Banyak kenangan yang tersimpan di sana—canda tawa bersama teman-teman kantor, kepuasan setelah menyantap bakso favorit, dan kehangatan obrolan ringan di tengah hiruk-pikuk pekerjaan.
Tahun 2024, saya berkesempatan kembali ke tempat itu dan bertemu lagi dengan sang bapak penjual bakso. Alhamdulillah, beliau masih sehat, meskipun terlihat lebih tua dari yang saya ingat. Ya, waktu memang terus berlalu, tetapi kenangan ini akan selalu hidup dalam ingatan saya.
Lewat tulisan ini, saya ingin mengabadikan momen-momen indah tersebut. Semoga bapak penjual bakso dan teman-teman saya di Rotaryana Prima selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidup. Aamiin.
Terima kasih, Bakso Berkah. Kenangan bersamamu tak akan pernah pudar.

Comments